Senin, 11 November 2013

FATAMORGANA VS CINTA


Walau Fatamorgana yang terlihat air dipadang pasir kita dekati padahal pasir belaka terlihat air di padang pasir... itu mungkin lebih baik ya mas agar lebih giat dan semangat untuk mendapatkan air yang sesungguhnya dari pada mendapatkan cinta tapi cintanya untuk pribadi sendiri tidak untuk semua ciptaan ALLAH... hari ini saya tertipu dengan melihat air ternyata padang pasir yang gersang... dan ketika saya sadari bahwa saya telah gagal menemukan air itu... gantian saya menipu diri saya sendiri.. saat sadar saya telah di tipu dan menipu... ternya saya bukanlah apa-apa... dan tidak bisa berbuat apa-apa... karena memang tidak memiliki apa-apa...

Minggu, 06 Oktober 2013

PERJUANGAN DAN KESETIAAN

Perjuangan dan Kesetiaan

Perjalanan ini sungguh melelahkan
Seperti sebuah peperangan yang besar dan panjang
Bila selamat maka kemenangan akan berada di tangan
Bila kalah maka bersiap-siap jadi tawanan musuh
Dan akan di paksa oleh musuh juga
Untuk membuka rahasia persembunyian
Dimana raja bersembunyi
Dan semua bala tentara yang berjaga menjaga raja

Minggu, 28 Juli 2013

ZAHIR DAN BATIN AL-INSAN


Orang bodoh itu ga tau apa-apa
Orang bodoh itu ga banyak melakukan apa-apa
Taunya hanya...
Laper makan
Haus Minum
Ngantuk tidur

SEMESTA ALAM SUHUT

Jika dalam diri manusia menggunakan
12% pikiran sadar dan 88%pikiran bawah sadar
Maka Alam Semesta tidak demikian adanya
0 panas dan 100% dingin
Mengapa begitu...
Karena Alam semesta dapat menetralisir panas
Dan menjadikan lingkupnya sendri menjadi suhu yang sejuk dan basah

Sabtu, 20 Juli 2013

SUHUT KEMBALILAH DALAM KUSNUL KHOTIMAH

Sahabat RAmadlan semua tiada yang bisa lagi berlari dari Sakaratul Maut
Jika ini sudah terhimpun lepaslah satu persatu
Ada kebanyakan untuk mencapai ini dari tirakat
Mengerjakan amalan-amalan Sholihan
Dzikir, Tafakkur, Fanafillah, Baqobillah, sampai ke Muroqobah dan Maqom Tahlil...
Yang kesemuanya itu baik untuk tingkat pencapaian

Selasa, 16 Juli 2013

PERAHU ALLAH PENUMPANG HAMBA

Suhut Alam Semesta, Jasad kita Ibarat Perahu Kehidupan ...

Renungan sejenak...
Janganlah kita berkoar-koar seperti mereka menyeruh yang dalam diri batin ini yang bersih... "Makna sebuah Perahu menunjukkan fungsi perahu"...

Sebuah perahu di laut dalam bermakna agar perahu dapat menghantarkan sampai ketepian...
Dan fungsi perahu itu juga membawa penumpang agar selamat sampai di seberang... Dapat di terima Hati,akal,pikir dan budi pekerti,Ijma, Kiyas, Hadits..


Minggu, 14 Juli 2013

IMAN PERCAYA ATAUKAH IMAN INGAT ALLAH "Fi Qalbi"

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Assalamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Baiklah para sahabat semua dalam postingan yang kedua ini saya ingin sedikit berbagi untuk sahabat "Di Balik Cahaya"... Pengertian iman dalam artian "percaya" dan iman dalam artian ''ingat Allah"....
 Yang pertama sekali iman dalam artian percaya mungkinkah kita benar-benar bisa dalam pelafazsannya kita mengucapkan "percaya...percaya...percaya... Nah disinilah banyak para ulama yang hanya memahami syari'at saja tanpa mau berhakikat... sebagai tuntunan mereka Al Insan(sembah Allah seakan-akan engkau melihatNYA, jika engkau tidak bisa melihatNYA sesungguhnya Dia(Allah melihat) engkau. Dari sini dapat kita pahami mana sebenar-benarnya iman yang dengan ilmu dengan iman yang abal-abal. Karena Islam itu kenal dulu baru beriman... Setelah beriman maka selanjutnya menyembah, syaratnya harus ingat dulu seperti dalam,

MENUJU RAHMATAL LIL'ALAMIN




بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ


MENUJU ALAM SEMESTA JAGAD  RAYA

“Pembahasan menuntut ilmu wajib hukumnya bagi muslim laki-laki dan perempuan”.
Beriman, berarti betul-betul muslim & orang yang beriman lebih mulia dari ibadah seribu tahun. Firman Allah QS. Ali Imron (3) : 102 yang berbunyi :
ياأيها الذين ءَامَنُواْ اتقوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ  فاتقوا الله مَا استطعتم  وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ .
Artinya :
(Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah sebenar-benar takwa) yaitu dengan menaati dan bukan mendurhakai, mensyukuri dan bukan mengingkari karunia-Nya dan dengan mengingat serta tidak melupakan-Nya. Kata para sahabat, "Wahai Rasulullah! Siapakah yang sanggup melaksanakan ini?" Maka ayat ini pun dinasakh dengan firman-Nya, "Bertakwalah kamu kepada Allah menurut kemampuanmu." (dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.)”